Translate

Tampilkan postingan dengan label backpacker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label backpacker. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

Perjalanan Backpacker ke Singapore

Perjalanan Backpacker ke Singapore 

pada bulan Maret 2013 saya mencoba petualangan baru menuju Singapore, dan ini perjalanan pertama saya. saya mencoba dengan uang 400 SGD bertahan selama 5 hari 4 malam di negeri singa ini. dan hasilnya lebih dari cukup. kali ini saya backpacker bersama teman saya. berikut perjalanan backpacker saya ke daerah Marina bay, Bugis, Chinatown, Clarke Quay dan Sentosa Island.

1 maret 2013

berhubung saya naik pesawat tiger airways dengan penerbangan pukul 6.20 jadi saya harus subuh-subuh bangun dan berangkat menuju bandara juanda. perjalanan Surabaya-Singapore ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 setengah jam. cukup singkat. tak terasa kami sudah mau mendarat. dan disambut dengan pemandangan kapal-kapal di laut dan begitu banyak gedung-gedung tinggi. wow luar biasa... 
setelah pesawat mendarat, kami segera mengambil peta di bandara, lalu menuju ke lantai bawah untuk naik MRT. setiba di bawah kami membeli kartu EZ link, kartu ini digunakan untuk membayar MRT, Bis, ataupun saat menuju ke sentosa. jadi kartu ini bermanfaat sekali, harganya 12 SGD. harga kartunya 5 SGD dan isinya 7 SGD. 
tak lama MRT tlah datang dan kami segera naik kereta, terus terang kami belum tau mau tinggal dimana, akhirnya kami memutuskan berhenti di Bugis. biaya MRT dari bandara Chang i ke Bugis 1.59 SGD. jika anda naik dari pemberhentian MRT Bugis adalah Bugis Junction. dan jika jalan tidak jauh dari sana ke Victoria street terdapat Bugis+ dan Bugis street. barang-barang yang dijual juga beraneka macam. berhubung hari sudah siang dan kami kelaparan, akhirnya kami makan di daerah bugis street itu. ditempat itu banyak deretan stand makanan, dan saya tertarik melihat 1 stand yang menuliskan 3 sayuran dan nasi hanya 2.30 SGD. akhirnya saya mencoba,. rasanya lumayan juga.
Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan lagi mencari hostel, kami berjalan melihat peta, tapi saya dan teman saya kebingungan dengan peta itu, akhirnya hampir 1 jam kami berjalan tapi hanya berputar-putar. kebetulan saya memakai tas ransel yg ada roda dan bisa ditarik seperti koper. sedangkan teman saya harus memakai tas ranselnya terus, dan barangnya sangat banyak, ntah berapa baju yg dibawanya. saran saya sih kalo mau backpacker jangan bawa baju banyak deh. Berhubung teman saya ini baru pertama kali backpacker jadi dia ga tau ya bisa dimaklumi, tapi parahnya yang pilihin baju dia itu emaknya. yak ampun >.< tuh emaknya bawain baju 1 lemari kali ya.
setelah jalan cukup jauh kami akhirnya menemukan hostel tapi sayangnya sudah penuh, benar-benar ga menyangka hostel di Singapore sangat laris dan harus booking internet kalo tidak mau kehabisan. berhubung saya ga punya kartu kredit ya saya ga bisa booking, jadi pake cara manual, datangin hostelnya satu satu, tanya kosong ga.
setelah tidak menemukan hostel yang bisa menampung kami, akhirnya teman saya bete, apalagi dia tasnya berat, saya kasian juga sih liatnya. akhirnya dia minta ke penginapan apapun yang terdekat, dia mau istirahat. akhirnya kami tanya orang dan disuruh ke hotel 81 jalan Sultan. hotel ini termasuk hotel biasa, tidak ada fasilitas yg menunjang. no breakfast, no free wifi, no computer. dah gitu harganya mahal. untuk 2 orang 129 SGD/malam dan 3 orang 159 SGD/ malam. untuk ukuran kamar 2 orang juga sangat kecil buka pintu sudah ranjang dan kamar mandi shower yg sempit juga. untungnya saya tinggal di kamar untuk 3 orang yang jauh lebih luas dan kamar mandinya bath up. untuk wifi tamu dikenakan 10 SGD per hari. 
karena saya semalam kurang tidur, kepala saya sangat pusing, akhirnya saya istirahat sebentar. setelah tidur sebentar, kami mandi-mandi dan berjalan melihat masjid Sultan. menurut saya sih biasa aja sih. lalu tak jauh dari sana di seberang jalan terdapat restoran Singapore Zam zam yang kayanya rame banget. berhubung lapar lagi, saya ajak teman saya makan disana. ternyata beneran rame banget dan disana terkenal dengan makanan Murtabak. kami memesan Murtabak mutton yang kecil seharga 7 SGD. biarpun kecil ternyata waktu keluar besar juga lo. kami makan cuma berdua sudah kekenyangan sekali.
setelah makan kami menuju ke seven eleven untuk membeli kartu telepon, saya membeli kartu sing tel seharga 12 SGD, dengan mengaktifkan kartu sudah bisa internet. whats app, fb. namun untuk full service anda harus mengeluarkan uang 15 SGD untuk paket selama 7 hari. 
kami melanjutkan berjalan kaki melihat lihat War memorial park, Tan kim seng fountain, St. Andrews cathedral, Esplanade dan terakhir yang saya tunggu-tunggu Marina bay.
saya berfoto-foto ria sampai menunggu langit gelap. dan pertunjukkan laser di marina bay di mulai, sayangnya baru foto beberapa jepretan, hujan turun deras. mau ga mau kami lari menuju bawah jembatan, sambil menunggu kami mencicipi es krim swiss. tak lama hujan berhenti rencananya saya mau naik singapore flyer, tapi teman saya tidak mau berjalan jauh ke sana dan minta pulang hotel untuk istirahat. saran lagi, kalo anda mau backpacker carilah teman yang punya kesukaan berpetualang, tidak takut capek. kalo ga jadinya malah merusak rencana petualangan anda. 
berhubung saya malas berdebat, akhirnya dengan berat hati saya pulang, berhubung hari ini ulang tahun saya, teman saya mengajak saya untuk makan steam bot dan chicken gong bao.untuk fish steam bot 18 SGD dan ayam gongbao 10 SGD. dan ini juga pengalaman, kalo anda hanya pergi ber 2 sebaiknya jangan memesan makanan steam bot deh, soalnya porsinya terlalu banyak.
bugis junction
bugis street
bugis+
tan kim seng fountain
Esplanade
Marina Bay
Merlion at night
Swiss ice cream ^^ love it

fish steamboat and chicken gong bao

 

2 maret 2013

hari ini kami check out kemudian pindah ke daerah Chinatown. dari MRT Bugis, kami menuju pemberhentian Qutram Park. MRT dari Bugis ke Qutram Park 0.83 SGD. lalu kami jalan kaki menuju Chinatown, sebelumnya saya sudah mencari di internet hostel daerah Chinatown, City Backpacker Hostel terletak di jalan hongkong street. lagi-lagi daripada teman saya mengomel karena tasnya berat akhirnya saya memakai ranselnya dan dia membawa tas saya yang ada rodanya. jadi tidak ada alasan bagi dia untuk bilang capek. hahahahha....... setiba di hongkong street ternyata hostelnya sudah penuh, untungnya di dekat sana ada hostel lain yaitu Woke home dan Five stones hostel. kedua hostel ini letaknya di 1 gedung. hanya saja kalau woke home di 4,5 dan 6. kalau five stones di lantai 2 dan 3, untuk lantai 1 hanya akses lift saja. kedua hostel ini memiliki harga yang sama. hanya saja perbedaan tipe ranjangnya. kalau di woke home bentuknya seperti kapsul, ranjangnya berupa kotak kotak untuk tiap orang dan terdapat tirai untuk menutupnya. kesannya lebih tertutup sih. dan lebih privasi. didalam tiap kotak itu terdapat kipas angin kecil, meja yang bisa dilipat, lampu dan televisi. jangan takut berisik karena disediakan earphone. cukup wah untuk hostel yang berharga 30 SGD untuk hari biasa dan 35 SGD saat weekend. untuk kebersihan juga cukup baik.
Sedangkan five stones hotel ranjangnya susun 2, seperti ranjang pada umumnya, dan terkesan lebih terbuka, karena tidak ada tirai, saat anda naik ranjang juga cenderung berbunyi kriett krieett seperti mau runtuh....wkwkwkwkk. tapi untuk kebersihan ya lumayan lah, kamar mandi juga terpisah untuk pria dan wanita. tapi toiletnya campur. untuk kamar mandi disediakan pengering rambut, air panas. 
harga kamar di five stones hostel 35 SGD/malam untuk 1 kamar 8 orang. 33 SGD/malam untuk 1 kamar 10 orang dan 30 SGD/malam untuk 1 kamar 14 orang.
fasilitas ke dua hostel ini juga hampir sama, breakfast pagi hari di ruang pantry, berupa roti, terdapat toaster, keju, selai kacang, stoberi,dll, cereal macam coco crunch, susu. untuk minuman disediakan teh, kopi dan milo yang bebas diminum kapan saja. gelas, piring, sendok, garpu, dispenser air panas dan dingin sudah tersedia. anda juga ga perlu mencuci, karena setelah menggunakan peralatan makan tinggal taruh di 1 bak khusus peralatan makan yang kotor. terdapat ruang tamu dengan sofa yang nyaman, serta TV ukuran 42 inch, free wifi dalam hostel dan disediakan 2 komputer yang bebas anda pakai kapanpun.
sungguh jauh lebih nyaman dan fasilitas yang sangat lengkap dengan harga murah, dibandingkan hotel 81 yang kamarnya emang ok tapi fasilitas tidak mumpuni.
setelah memesan kamar hostel kami segera jalan ke Chinatown kira-kira dari hostel 15 menit dengan berjalan kaki. setelah berkeliling sekitar chinatown kami melihat ada 1 kedai makanan kecil yang namanya mei heong yuen dessert di jalan temple street 63-67 yang sangat ramai (saran saya ga ada salahnya mencoba, jika tempat itu ramai, kemungkinan besar emang enak) akhirnya kami mampir untuk makan es krim mangga stroberi seharga 6 SGD. rasanya emang sangat enak. ditambah lagi saat itu suhu udara sangat panas, jadi pas banget makan es. tak lama kami selsai makan es, langit tiba-tiba berubah gelap, dan hujan lebat. kami tidak bisa kemana2, kami menunggu hampir setengah jam, karena hujan tak kunjung berhenti, kami juga merasa lelah, akhirnya kami nekat hujan-hujan saja balik ke hostel. sampai di hostel saya segera mandi dan istirahat. 
malamnya kami berjalan lagi ke chinatown, saya mengunjungi tempat Sri Mariamman temple yaitu tempat ibadah orang India.saya juga tidak terlalu jelas disana boleh memotret atau tidak, karena waktu itu saya asik foto foto dan petugas india mengomel dengan bahasa ga jelas, antara ngomong bahasa india ato inggris dan menunjuk papan pengumuman tapi saya tidak mengerti inggris. jadi saya cuma melongo ngliatin dia dan bilang hah? hah? kebetulan waktu itu teman saya yang bisa inggris di luar kuil, karena dia sedang telpon. akhirnya petugas itu capek dan cuekin saya. hahahhaha.......
setelah malamnya saya diajak teman saya yang bekerja di Singapore ke Clarke Quay. tempat itu sangat bagus telebih saat malam dan pas malam minggu, ramai sekali, house musik berdentum, air mancur dan lampu-lampu yang berubah rubah warna mendukung indahnya tempat itu. ditambah lagi letaknya di tepi sungai, pantulan lampu ke air sungai membuat tempat itu sungguh romantis. walaupun tempat itu deretan bar dan pub. namun jauh berbeda dengan yang saya lihat di walking street Pattaya, yang kesannya vulgar.
murtabak mutton
mango and strawberry snow ice
chinatown
Chinatown
Chinatown
Sri Mariamman temple
Sri Mariamman temple
Clarke Quay
Clarke Quay

Clarke Quay

3 Maret 2013

Berdasarkan informasi dari teman saya yang bekerja di Singapore itu, pagi-pagi saya bangun dan jalan sendiri ke Chinatown, kalo tunggu teman bisa-bisa saya ga kemana-mana ntar hari ini.akhirnya saya mengunjungi Buddha tooth relic temple and museum. Kuil ini sungguh luar biasa, terdiri dari 5 lantai tampak luar berwarna merah dan sekilas seperti kuil Jepang, dengan bunga sakura didepan mempercantik kuil ini. tak hanya itu, ornamen didalamnya sungguh megah. Didominasi dengan warna keemasan. yang perlu diingat di kuil ini tidak diperkenankan memakai celana pendek, diharapkan memakai baju sopan. berhubung saya ga bawa celana panjang, saya diharuskan memakai kain penutup seperti sarung yang sudah disediakan oleh pihak kuil. tidak dikenakan biaya untuk peminjaman kain penutup. kuil ini untuk lantai 1 adalah ruang besar untuk berdoa, lantai 2 adalah perpusatakaan, lantai 3 adalah museum patungpatung Buddha, Kwan im dan dewa dewi lainnya. lantai 4 adalah tempat relic itu, dan merupakan tempat paling indah dari seluruh lantai di gedung itu, sayangnya tidak diperkenankan untuk memotret tempat di lantai 4. sedangkan lantai 5 adalah tempat terbuka dan ditengah terdapat pilar berbentuk bulat besar yang bisa berputar. menggambarkan roda kehidupan yang selalu berputar.
setelah selsai melihat-lihat seluruh lantai di kuil itu, saya kembali ke hostel dan teman saya ingin pergi ke Orchard bertemu bibinya dan berbelanja. berhubung saya tidak begitu suka belanja, daripada liat toko toko di orchard mending saya ke East Cost Park, melihat pantai di Singapura. akhinrya kami berpisah, saya menanyakan jalan menuju ke East Cost Park ke resepsionis hostel, dan akhirnya dia menyarankan saya naik bis 197 ke East Cost Park dari terminal bis Clark Quay. perjalanan ternyata sangat jauh saya berangkat pukul 12.50 dari Clark Quay bis berhenti ke Marine Parade road B 07 pukul 13.40 dengan biaya bis 1.35 SGD. sudah perjalanan hampir 1 jam saya tidak tahu harus kemana, waktu itu ada 2 orang laki-laki yang lewat dan saya menanyakan jalan ke East Cost, sungguh kebetulan sekali 2 orang itu juga mau ke East Cost. akhirnya saya disuruh mengikuti mereka berjalan. setelah jalan kaki 15 menit ke arah selatan barulah tiba ke East Cost Park. fiuhhh...........
akhirnya rasa lelah saya terobati setelah melihat pantai. I love beach ^^
segera saya menanyakan tempat persewaan sepeda. pilihan sepedanya beraneka macam dan berbagai harga. ada yang untuk 1 org, 2 orang, atau banyak orang. ada yang murah ada yang mahal, tapi saya sewa yang paling murah yakni 6 SGD per jam. berhubung taman East Cost itu sangat luas, saya sewa untuk 2 jam sebesar 9 SGD. dan saya merasa senang bisa berhasil ke East Cost Park sendirian, menjelajahi negeri yang belum pernah saya injak sebelumnya.
pukul 16.00 saya kembali ke stasiun bis marine Parade dengan bis 197 juga, sekitar pukul 17.20 sampai lah ke hostel, kebetulan hostel tempat saya menginap persis didepan pemberhentian bis, dan bis 197 berhenti tepat di depan hostel. ya baguslah...^^ oh iya, biaya bisnya 1.31 SGD
baru pulang dari East Cost, teman saya yang bekerja di Singapore menelepon dan mengajak saya ke Vivo city dengan bis 80. saya mengajak teman saya, tapi dia lagi lagi mau belanja ke bugis. weww..... akhirnya kami berpisah lagi. dia ke bugis dan saya ke Vivo City.dari terminal bis Boat Quay ke Vivo city 1.30 SGD. Vivo city adalah sebuah mall. mall ini teridiri dari 3 lantai, di lantai 1 terdapat bermacam-macam toko dan yang menarik adalah candy castle, pusat permen dan coklat, anda bisa membeli permen, coklat, cookies untuk oleh-oleh. 
di lantai 2 sama stand toko toko dan terdapat arena bermain anak, dan uniknya lantai di tempat bermain itu empuk, jadi sangat aman sekali, jika anak terjatuh maka tidak akan terluka. 
di lantai 3 terdapat food court dengan interior yang unik, dengan menggunakan pintu pintu yang sudah bobrok sebagai dekorasi food court.terkesan tua dan serasa di pecinan. 
selain itu dari lantai 3 anda bisa naik MRT menuju Sentosa Island hanya dengan membayar 3.50 SGD. selain lewat MRT anda juga bisa lewat jalur bawah dengan berjalan kaki. tidak begitu jauh, terlebih saat malam pemandangan lampu lampu sangat indah. lewat jalur bawah anda cukup membayar 1 SGD dengan kartu EZ link tentunya. jika tidak punya kartu maka anda harus membeli tiket terlebih dahulu di mesin tiket.
setiba di Sentosa pukul 21.00 malam terdapat pertunjukkan crane dance, yakni pertunjukkan air dan lampu. sangat bagus sekali. terlebih saat burung besi itu menggeluarkan air dari sisi kiri dan kanan seperti sayapnya.
setelah menonton Crane dance anda bisa melanjutkan menonton Lake of dreams pukul 9 lebih. menurut saya sih biasa saja. jauh lebih bagus Crane Dance.
setelah menonton hari sudah malam, dan kami segera naik MRT kembali ke Vivo city, untuk jalur kembali ke Vivo city tidak dikenakan biaya.
perlu diketahui Sentosa Island memiliki 4 station MRT, yakni
1Sentosa Station (Vivo city)
2Waterfront Station (Resort world sentosa, Universal studio)
3Imbiah Station (patung merlion raksasa)
4 Beach Station (menuju pantai)
setiba di vivo city saya turun ke lantai dasar dan naik MRT dari stasiun Harbour Front menuju Clarke Quay seharga 0.89 SGD (lewat pintu F untuk keluar ke central)
Setiba di Clarke Quay saya segera menelpon teman saya yang sudah pulang belanja dari bugis, saya mengajak dia untuk melihat lihat Clarke Quay. setelah itu kami kembali hostel untuk beristirahat.

buddha toorh relic temple

Buddha tooth relic temple and museum
Buddha tooth relic temple and museum
East Cost Park
East Cost Park
Sentosa board walk
Sentosa

Sentosa board walk
Crane dance

4 Maret 2013

Pagi pagi saya sudah bangun dan bergegas berjalan kaki menuju Art and Science Museum yang letaknya di sebelah Marina Bay. Di dalam museum ini terdapat 2 macam pilihan The art of brick seharga 15 SGD dan Outside In seharga 6 SGD, tapi jika anda ingin masuk keduanya maka harganya 18 SGD. berhubung saya dikejar waktu dan di Outside in tidak diperkenankan memotret maka saya hanya melihat The art of brick. didalam anda bisa melihat bagaimana karya seni dari mainan anak-anak itu. sungguh luar biasa. tapi bagi anda yang kurang tertarik dengan seni, sepertinya tempat ini bukan pilihan yang tepat. Setelah melihat isi museum saya segera menuju ke Bayfront MRT station menuju Dhoby Ghaut station. kemudian dari Dhoby Ghaut menuju ke Clarke Quay. total perjalanan dari Bayfront sampai ke Clarke Quay hanya 1.08 SGD.
Saya kembali lagi ke hostel untuk menjemput teman saya. kami bersama sama menuju MRT Clarke Quay lagi dan menuju Harbour Front, seharga 0.98 SGD, lebih murah dibandingkan naik bis 80 menuju Vivo City. Setiba Harbour city kami segera berjalan kaki menuju Sentosa Island dan masuk wahana Universal Studio. begitu memasuki Universal Studio, benar-benar seperti berada di negeri dongeng, tokoh tokoh kartun yang diperankan oleh manusia serasa sungguh hidup, arena permainan yang menyenangkan sampai menegangkan serta pertunjukkan yang sangat menakjubkan.sayangnya kegembiraan saya harus terganggu , sempat bete gara-gara kamera low bat, ga bisa buat jepret sana sini. harus ngirit. dah gitu setelah dari universal studio kami menuju ke Imbiah Station
saya masuk ke dalam Merlion raksasa itu sendirian karena teman saya tidak mau masuk, dengan tiket masuk 8 SGD, plus dapat koin, di lantai 1 saya melihat video asal mula Singapore. lalu kami berjalan ke suatu ruang dengan 4 patung singa. dengan lubang koin di mulutnya.
setelah memasukkan koin khusus saya mendapatkan kartu bertuliskan C. nantinya bisa ditukar dengan hadiah setelah itu kami naik lift menuju ke lantai 10. disana kami naik tangga dan tiba di puncak kepala merlion. saya bisa melihat sekeliling pulau Sentosa. setelah itu kami turun ke mulut Merlion. setelah puas foto foto saya naik lift lagi menuju bawah dan menukarkan hadiah. lumayan dapat botol minum gambar Merlion dan ada tulisan Sentosa, saya lihat harganya 4.9 SGD. 
Setelah itu kami menuju ke Chinatown karena teman saya masih mau belanja lagi hehhehehe.... perasaan dari tadi ceritanya teman saya belanja terus ya ^^. saya menemani dia membeli barang barang yang dibutuhkan dia lalu makan di Chinatown food street.
setelah kenyang mencicipi bak kut teh, satay, mie dan nasi goreng kami kembali ke hostel untuk tidur. benar-benar hari yang melelahkan tapi menyenangkan.


Art and Science Museum
the art of the brick
the art of the brick

Marina Bay
Universal Studio
Universal Studio
Universal Studio
Big Merlion

5 Maret 2013

akhirnya tibalah saatnya kami untuk pulang, kami bangun kesiangan pukul 7.30 kami baru bangun akhitnya kami buru-buru menuju bandara Chang i. dari stasiun Clarke Quay kami menuju ke Qutram park lalu dari Nort East Line pindah ke East West Line dari Qutram Park menuju Chang i Airport.
pesawat kami pukul 10.25 dan sama seperti berangkat dengan waktu 2 jam 30 menit kami tiba di Surabaya. Bye Singapore dan semoga tulisan saya bermanfaat ^^

Kamis, 09 Agustus 2012

Perjalanan Backpacker ke Bangkok, Phuket dan Phiphi island.

PERJALANAN BACKPACKER KE BANGKOK,PHUKET DAN PHIPHI ISLANDS JULI 2012

Ini adalah perjalanan saya ke Thailand yang ke 4 kalinya, kali ini saya mencoba backpacker dan sendirian. dengan bermodalkan bahasa mandarin, sedikit Inggris dan thailand, uang secukupnya, tas ransel, baju secukupnya dan yang paling penting PETA. saya berpetualang menuju Bangkok, Phuket dan Phiphi Islands.

13 Juli 2012
Saya berangkat dari bandara juanda pukul 14.00. penerbangan saya dipagikan. seharusnya jam 3 lebih tapi malah 1 setengah jam lebih awal. yah ambil positifnya saya tiba di bangkok tidak terlalu malam. apalagi masih harus cari penginapan. akhirnya setelah 4 jam perjalanan saya tiba di Bangkok sekitar 18.00 tapi karena jadwal penerbangan yang terlalu padat, sehingga pesawat tidak bisa mendarat terlebih dahulu jadinya pesawatnya malah putar-putar dulu di atas selama 30 menitan. haishhh.... gimana sih air asia..... kok kagak jelas gitu jam terbangnya. akhirnya pesawat air asianya mendarat juga

akhirnya tiba juga di bandara Suvarnabhumi. yang perlu diketahui pesawat air asia berhenti di bandara Suvarnabhumi hanya sampai akhir september ini saja. pada tanggal 1 Oktober pesawat air asia resmi mendarat di bandara Don muang. bandara lama Bangkok, yang waktu 2011 lalu terendam banjir.  setiba di bandara seperti biasa saya melewati imigrasi. berhubung saya tidak menaruh bagasi jadi saya langsung saja menuju pintu keluar. karena sudah malam dan perut saya lapar saya menuju foodcourt di lantai bawah. seperti biasa saya memesan tomyum ikan di stan aroi seharga 40 baht. saya paling suka makan tomyum di stan ini. setelah puas makan saya segera menuju ke bawah untuk naik kereta airport link Suvarnabhumi menuju Ratchaprarop. saya belum ada memesan penginapan sama sekali dan tidak tahu dimana akan menginap. hanya saja saya sempat cek internet daerah Ratachaprarop ada penginapan murah. pikir saya nanti tiba disana saya jalan kaki keliling cari penginapan. ehhh ternyata hujan deras. setiba di Ratchaprarop saya segera turun lihat kanan kiri. mau kemana dengan kondisi hujan seperti ini. tak disangka saya melihat papan iklan link corner hostel didekat permberhentian airport link Ratchaprarop itu. langsung saya bergegas kesana, ga peduli harga yang penting saya bisa berteduh malam ini. saat saya masuk tampak luar hostel itu cukup bersih. saya memilih sekamar dengan orang lain, jadi 1 kamar 4 orang tapi perempuan semua harganya 380 baht permalam, per orang tentunya. saat masuk kamar saya sudah membayangkan kamarnya, kamar mandi pasti kotor soalnya murah, dah gitu campur dengan orang lain ntar gimana kalo dicuri..... agak takutt sihh.. tapi begitu masuk ehh ternyata kamarnya bersih, cuma ada 1 orang saja, jadi 1 kamar 2 orang dengan saya. trus kamarnya ber AC, ada lemari buat taruh barang dan bisa digembok jadi barangnya aman. trus toilet ada 2 dan kamar mandinya 3 semuanya bersih, pake shower, ada air panas dan disediakan hair dryer. kalo mau cuci baju juga bisa, ada mesin cuci cukup bayar 40 baht sekali cuci. pokoknya disana nyaman, jauh dari bayangan saya yang mengerikan. Malamnya saya berbincang-bincang dengan teman sekamar saya. Dia orang Jerman namanya Vivien streek.  dan dia sudah 3 bulan di Bangkok. berhubung Inggris saya pas pasan jadinya saya ngomong kaya tarzan. saya sempat menemani dia ke seven eleven untuk membeli makanan, sambil hujan hujanan gitu. setelah pulang saya mandi air hangat dan tidur.

airport link BTS
kamar link corner hostel

 14 Juli 2012

Hari ini saya berencana mencari bis ke Chiang Mai tapi atas saran teman saya karena musim hujan tidak aman untuk kesana, takutnya longsor karena Chiang Mai adalah daerah pegunungan. akhirnya dengan berat hati saya pupuskan niat ke Chiang Mai dan saya berencana mencari bis ke Phuket saja. siangnya makan siang di suatu vihara. disana bisa memberi makan ikan juga. ikannya sangat banyak sekali.kemudian  saya berjalan-jalan di sekitar victory monument dan makan kwetiaw lea. penjual kwetiaw ini sangat unik. 1 orang bisa jadi pesan 10 mangkok. woow kok bisa? karena porsinya keciiil sekali. hanya sedikit mie dan kuah. saya saja pesan 2 mangkok. harganya 10 baht per mangkok.

Sorenya saya ke terminal bis Mochit. setiba disana saya merasa tubuh tidak fit, kepala pusing sekali. akhirnya saya batalkan ke Phuket malam ini.
ternyata saya malam itu sakit dan tidak bisa kemana-mana. akhirnya hari ini hanya saya lalui dengan beristirahat di kamar.
kasih makan ikan
victory monument
kwetiaw lea

15 Juli 2012

Setelah istirahat semalaman saya merasa hari ini cukup fit untuk menjalani aktifitas hari ini. Dengan memakai ransel yang cukup berat saya berjalan kaki menuju Siam Discovery, Siam Central dan Siam Paragon. karena teman saya bilang di Siam Central sedang ada big sale karena mall nya mau ditutup. ternyata kesana saya juga tidak membeli apa-apa hanya sempat foto-foto saja. 

Tujuan selanjutnya adalah Wat arun, didepan Siam Mall itu ada pemberhentian Sky train (BTS). dari Siam saya menuju ke Sala Daeng seharga 20 baht. setiba di sala daeng saya mencari MRT,  dari BTS menuju MRT perlu berjalan kaki beberapa meter. tidak terlalu jauh tapi karena ransel saya yang cukup berat membuat saya capek. akhirnya saya menemukan MRT Si lom dan menuju Hua Lamphong seharga 18 baht.
eskalator menuju MRT

akhirnya setiba di Hua lamphong saya tak tahu harus naik apa untuk ke wat arun. saya jalan kaki, tibalah saya di china town. disana saya hampir ditipu orang, saya ditawari naik tuk tuk ke wat arun seharga 300 baht. saya menolak dan tetap jalan kaki. tak jauh ada sebuah kelenteng dan saya berdoa disana, meminta perjalanan saya ini bisa lancar. setelah berdoa saya melanjutkan perjalanan ke jalan besar Chinatown. dan saya menghampiri salah satu toko yang dijaga ibu cukup tua. untungnya saya bisa bahasa Mandarin jadi saya berbicara mandarin dengannya. saya menanyakan bis apa yang bisa menuju ke wat arun. dia bilang sih suruh saya cari bis nomer 1. tapi akhirnya sama ibu itu saya dipanggilkan tuk tuk dan diminta antarkan saya ke wat arun. dah gitu dibantu tawarin harga pula, jadi saya ke wat arun dengan 50 baht saja. hehehehe....

sekitar 10 menit sudah sampai. kemudian untuk sampai ke wat arun harus menyebrangi sungai Chaopraya. dengan kapal. harganya tidak mahal, sekali menyebrang hanya 3 baht saja. jadi pulang pergi 6 baht. tiba disana matahari sangat terik. untuk masuk ke wat arun kita harus bayar tiket 50 baht. dan tidak diperkenankan memakai celana pendek. berhubung waktu itu saya pakai celana pendek terpaksa harus deposit 100 baht dan kena biaya sewa kain 20 baht. sudah gitu malah tambah ribet, karena di wat arun kita bisa menaiki candinya. dan tangganya sangat curam sekali dan sempit. jadi kain penutup itu malah menghalangi langkah kaki saya. dah gitu ditambah lagi dengan beban ransel. tapi setiba diatas pemandangan sangat bagus dan saya sempat berfoto-foto dia atas. masalah muncul saat mau turun. saya takut sekali sampai kaki dingin dan gemetaran. tapi saya pikir lagi kalau saya ga turun gak bisa pulang dong, trus jalan satu-satunya ya tangga seram itu lagian ga mungkin suruh orang gendong saya turun. turun 1 orang aja susah. akhirnya saya beranikan diri untuk turun sambil mulut komat kamit bilang sienny u can do it!! u can do it!!! dan akhirnya saya berhasil turun. dari situ saya mendapatkan pelajaran, setakut apapun kita asal dilakukan pasti bisa. mengalahkan diri sendiri emang susah. dan saya semakin semangat untuk melanjutkan petualangan saya ini ke Phuket dan Phiphi island.

@wat arun




Setelah keluar dari wat arun saya menyebrang dengan kapal lagi kemudian saya bingung cari kendaraan untuk ke Siam. akhirnya saya tanya penjual di pinggir jalan dan orang itu menyuruh saya untuk naik kapal sampai ke central pier. akhirnya saya naik kapal umum itu, jadi di Kota Bangkok hari ini saya sudah menikmati transportasi baik Sky train BTS, kereta bawah tanah MRT dan tranportasi di air. mantap....
kurang lebih 20 menit saya tiba di Central Pier dan enaknya di sana sudah terdapat pemberhentian BTS Saphan Taksin, dari saphan taksin saya menuju Siam lagi, harganya 40 baht. karena saya mau mencari bis di Mochit. akhirnya saya tiba di terminal bis dan memesan tiket bis ke Phuket harganya sekitar 750 baht. sekitar pukul 20.00 saya berangkat menuju Phuket.
naik kapal umum dari wat arun menuju central pier

16 Juli 2012

Sekitar pukul 9.00 bis sudah tiba di terminal 2 Phuket. kemudian saya naik tuk tuk untuk mencari penginapan, bapak tuk tuk itu yang membawa ke penginapan, pokok minta yang murah sekitar 500 baht permalam. bapak tuk tuk itu membawa saya ke rattana mansion harganya 600 baht permalam. yah ok lah. saya sih mau saja. dan bapak tuk tuk itu dapat komisi dari pihak penginapan tentunya. tempatnya juga bersih dan dipinggir jalan raya, di seberang jalan ada depot dimsum. dan saya setiap pagi makan disana. karena sudah siang dan lapar saya mencari makan dan menemukan toko mie hokkian yang ramai sekali. saya sih coba-coba saja, kalau rame kan berarti enak. hehehehe.... saya memesan mie hokkien itu dan rasanya bener-bener enak..., ternyata toko mie itu emang terkenal di Kota Phuket. wahhh pinter deh bapak tuk-tuknya kasih saya penginapan dekat makanan enak-enak ^^.
Setelah makan saya melanjutkan perjalanan mencari paket tur ke phiphi island. setelah kurang lebih memasuki 3 atau 4 kantor tur saya menemukan kantor tur yang memberikan harga 1500 baht tur 1 hari penuh dengan menggunakan kapal boat. saya sih lebih pilih naik boat daripada naik yacht, emang biaya naik yacht lebih murah tapi orang terlalu banyak. setelah deal harga dengan kantor tur, saya pulang ke penginapan dan tidur sebentar. sorenya saya diberi tahu resepsionis dibawah kalo ada pasar malam, dan hari ini adalah hari terakhir. akhirnya saya mengambil peta Phuket yang ada di sana dan oleh resepsionis diberi tanda dimana saya harus pergi. dengan berdasarkan peta saya jalan kaki menuju pasar malam itu. kira-kira jalan kaki hampir setengah jam tibalah disana, berhubung saya perginya masih sore tidak terlalu malam, jadi pasarnya masih sepi. saya sempat mencicipi udang, dan kerang, rasanya enak sekali, perlu diketahui karena kota Phuket berada dekat laut jadi makanan seafood disini sangat banyak, dan dijamin fresh langsung dari laut.
pasar malam di Phuket jam 16.30

dari pasar malam itu, saya baca-baca peta ternyata posisi saya sekarang dekat dengan pantai Phuket. akhirnya saya berdasarkan peta itu menuju pantai Phuket, ya pantainya sih biasa-biasa saja.



saya juga sempat melihat-lihat hutan mangrove disana. saat hendak ke pasar malam saya sempat melewati danau dan saya sempat melihat dipapan pengumuman ada air mancur di danau. jadi setelah dari hutan mangrove saya menuju danau itu dan saya menunggu 1 jam sambil makan camilan dan minuman. tapi sudah jamnya kenapa masih belum keluar juga airnya?? ehh ternyata setelah saya tanyakan hari senin tidak ada. hiihh sebel aku!! akhirnya dengan bete bete saya jalan pulang. kebetulan dekat penginapan saya ada pasar, dan kalau malam berjejeran jual makanan. akhirnya saya pesan nasi goreng cumi. dan OMG...... sudah nunggu makanan lama, nasi gorengnya ga enak... agak gosong-gosong.. hhhh. akhirnya ya tidak saya habiskan. dan kapok ga mau makan disana lagi.
sesampai d penginapan saya menyiapkan barang-barang untuk ke phiphi island besok.


17 Juli 2012

Pagi-pagi jam 7 saya sudah siap di lobby bawah tapi orang yang menjemput belum datang. jadi saya pergi makan dulu di Dimsum depan. selesai makan pun mobil yang menjemput belum juga tiba. Sampai kira-kira pukul 9 mobil itu baru datang. sampai sampai resepsionis di penginapan saya itu ngomelin orang yang jemput itu. di mobil sudah ada 2 orang perempuan dan laki-laki. kemudian kami masih menjemput di hotel hotel lainnya. total ada 9 orang. akhirnya kami tiba di pelabuhan. disana sudah ada peserta tur lain yang menunggu di dalam kapal boat dan hanya kami 1 mobil yang terlambat. kami duduk di barisan depan, bahkan ada yang di luar didepan kapal boat. saya sih duduk dibarisan depan. dari Phuket menuju Phi-phi island kurang lebih 1 jam. dan saya mabuk laut karena goncangan kapal boat. pertama kami tiba di Maya Bay. tempat dimana Leonardo Dicaprio syuting film, tempatnya indah, pasir berwarna putih, airnya biru kehijauan. dan sekelilingnya adalah  bebatuan bukit yang terjal.

maya bay

setelah puas berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan naik kapal ke suatu andaman, disana kami bersiap-siap untuk snorkling, kami diberi waktu 30 menit untuk snorkling. ini pertama kalinya saya snorkling. dan tidak terbiasa bernafas dengan menggunakan mulut. jadinya saya malah bingung trus menelan air laut. yaikksss...asin sekali. akhirnya saya tidak menggunakan alat itu. saya menahan nafas saja. pemandangan bawah laut sangat indah, walaupun agak pusing sih melihatnya. dibawah saya melihat terumbu karang dan ikan-ikan berwarna kuning, biru. bahkan saya berenang bersama ikan-ikan itu disamping saya. sayangnya saya tidak ada kamera untuk di air jadi saya tidak bisa memfotonya. 

tempat snorkling
i'm ready!!

Setelah snorkling kami naik lagi ke kapal dan berkeliling melihat pulau kera, sayangnya kami tidak boleh turun berfoto bersama kera-kera itu. karena pernah kejadian turis yang diserang oleh monyet itu. setelah itu kami pergi ke suatu tempat bernama bird nest. tempat ini disebut bird nest karena didalam gua itu terdapat banyak burung.
bird nest
 Setelah berkeliling kami pergi ke suatu pulau untuk santap siang. pulau itu sangat indah dengan rerumputan hijau dan pondok besar. pondok itu bisa menampung ratusan orang. saat kami datang makanan buffet sudah disiapkan. saat itu hujan deras, dengan badan masih basah habis snorkling saya memakai handuk agar lebih hangat.
segera saya duduk menunggu orang-orang mengambil makanan terlebih dahulu, karena saya tidak suka berdesakan, ketika agar sepi baru saya kesana. toh saya kan hanya makan sayuran dan seafood saja. saya tidak makan ayam, babi, sapi, kambing, daging apapun. kecuali seafood. kalo ayam goreng habis tidak masalah bagi saya hehehehe......
di meja buffet sudah disiapkan nasi goreng, spaghetti, sup seafood, sapo tahu jepang, ayam goreng, buah-buahan. rasanya sangat enak, saat makan saya diajak bincang-bincang oleh orang bule dia bilang paket tur di Thailand sangat murah dan dia juga bilang suka makanan Indonesia, dia pernah ke malaysia dan mencicipi makanan Indonesia Lalu saya tanyakan kenapa tidak ke Indonesia? terutama Bali karena pulau bali adalah tempat dengan Hinduisme yang kental dan jarang dijumpai. Tapi dia bilang kalau ke Bali sangat mahal, lebih mahal, membutuhkan banyak uang daripada jalan-jalan di Thailand. saya pikir-pikir lagi iya juga sih. makan diThaialnd murah, paket tur juga murah. saya dengan 1500 baht alias 450 ribu aja sudah bisa menikmati paket tur yang macam gini diantar jemput ke hotel, tur 1 hari plus makan siang, dikapal masih dikasih camilan, minuman jeruk segar, free semua, bebas mau ambil. 
kalo di Bali ga bisa lah..... makan juga mahal, transportasi juga tidak memadai. naik Taxi mahal. belum lagi kalo kena tipu, diputer puter ma sopir taxinya.
tempat makan siang
Setelah makan kami naik ke kapal lagi untuk melanjutkan perjalanan. perjalanan kurang lebih 45 menit, kami tiba di suatu pulau, dengan pantainya yang bersih dan pasirnya putih. kami dipulau ini untuk 1 jam dan kami bebas berenang, voli pantai ataupun menikmati jajanan di pulau itu. saya membeli jagung bakar (dah makan, masih makan jagung lagi hahaahhaha.... kan sudah 45 menit yang lalu, jadi laper lagi) jagung bakarnya sih ga terlalu enak, masih enakan jagung bakar agojas mulyosari. hmmm nulis-nulis kok jadi kepengen nehh....
setelah itu saya berenang di pantainya, saat saya berjalan ke air aww..aww...aw.... sakit semua kaki saya. ternyata di pulau ini terlalu banyak terumbu karang, di pasir nya banyak sekali terumbu karang sehingga saat menginjaknya sakit. lalu saya masuk ke dalam air dan mulai berenang. lagi lagi saya kesakitan karena kaki saya membentur seperti batu. lagi-lagi ternyata terumbu karang. duuhhh nih pulau terumbu karang kali yee....untungnya kaki saya hanya merah-merah tidak sampai terluka. karena merasa berenang disini tidak aman, daripada kaki saya terluka karena terumbu karang saya pilih di atas saja foto-foto.

Setelah 1 jam kami naik lagi ke kapal untuk kembali ke Phuket. kurang lebih 30 menit kami tiba di Pelabuhan Phuket. kemudian kami dibagi kelompok dan diantar dengan mobil menuju hotel kami.
pulang ke hotel saya sangat kotor karena pasir dan bau air laut. saya segera mandi dan keramas. 
setelah bersih saya pergi mencari makan. karena ini malam terakhir di Phuket saya mau mencicipi masakan Seafood di Kota ini. saya memesan kepiting, udang dan dimakan dengan bumbu khas Thailand yang asam pedas. hmmm yummy..... >.<

18 Juli 2012

Hari ini saya bangun agak siang, badan rasanya capek sekali. kemudian setelah mandi saya makan lagi di dim sum seberang penginapan. selain murah juga enak, minuman juga sudah disiapkan teh tawar hangat di meja.  setelah makan saya segera beres beres barang dan jam 12 saya check out. sebelumnya saya pergi makan dulu di mie hokkien yang saya makan sebelumnya. dan saat makan saya melihat ada orang bertato kaki sampai tangan, syeremm... dia bersama temannya, saya mengira cowok ini pasti mafia di Phuket. ehhh saat makanannya datang, tiba-tiba dia mengeluarkan buku dan mulai membaca, dan ternyata buku komik anak-anak ciakakakakkaka........ 

Setelah makan saya naik taxi menuju  terminal 2 Phuket. terpaksa naik taxi. Maklum Phuket adalah kota kecil dan trasnportasi kurang memadai. adanya tuk tuk, taxi atau ojek. malahan di Pattaya transportasinya lebih banyak dan kotanya lebih hidup. saya tiba di terminal pukul 13.30 dan saya memesan tiket bis pukul 16.00 harganya sekitar 650 baht alamak... nunggu lama. akhirnya saya di terminal sambil mondar mandir, tiduran di kursi nungguin sampai jam 4 sore. dah gitu ada ibu-ibu tua, dia kira saya orang Thailand, saya diajak omong panjang. akhirnya saya cuma liatin dia sambil bilang "mai kao cai" (bahasa thai artinya gak ngerti) tapi ya tetep aja dia ngomong, kalo saya tebak maksudnya sih titip tas suruh jagain soalnya dia mau ke toilet. ya saya iya iya saja. setelah dari toilet ibu itu kembali, ternyata dia juga mau ke bangkok sama dengan tujuan saya. akhirnya dia duduk dekat saya dan dia juga sendirian. 
akhirnya jam 4 saya segera bersiap naik ke bis, dan saya liat ibu tua itu kesusahan membawa barangnya yang bejibun, ya akhirnya saya bantu bawakan. barangnya yak ampuunnn berattt, batu kali yee yang dibawa. dah gitu banyak lagi tasnya. setelah saya bantu naikkan ke bis saya naik ke bis, kebetulan bis nya tingkat, saya duduk di atas. perjalanan pulang kali ini hujan deras, jadi bisnya jalan pelan-pelan.
 

19 Juli 2012


Akhirnya tiba di Bangkok. setelah perjalanan melelahkan 13 jam. saya sangat tersiksa sekali di bis.
Berhubung bisnya lebih murah, kursinya lebih sempit dan ga empuk, sakit semua badan saya. saya berhenti di pemberhentian chatuchak, lalu naik taxi ke penginapan. kebetulan saya punya kenalan di Thailand jadi sepulang dari Phuket saya diberi tumpangan di condominium di daerah Ratchathewi. naik taxi di Thailand tidak terlalu mahal. dari Chatuchak sampai ke Ratchathewi hanya 70 baht, berhubung masih subuh-subuh sopir taxinya minta 80 baht, ya sudahlah.
setiba di Ratchathewi saya segera saja masuk dan tidur, tapi saya di condominium itu tidur di sofa, kan ga enak sudah dipinjemin masa masih acak-acak kamar orang. lagian sebenarnya ruang kamarnya itu disewakan. jadi harus dijaga kebersihan. condominium itu tidak besar kurang lebih sebesar apartemen di Marina Surabaya. tapi kamarnya ada 2 dan ukurannya besar ada yang 4 x 4 dan 4 x 6 dan kamar mandi ada 2, tersedia dapur, ruang cuci dan teras.

Jam sudah pukul 10 saya baru bangun, saya masih agak pusing karena perjalanan semalam. akhirnya saya paksa mandi air dingin, badan pun terasa lebih segar. lalu saya pergi ke platinum mall dan makan siang disana. lalu saya berjalan-jalan di pratunam market juga. 

pratunam

Setelah dari pratunam saya pergi ke Mall yang belum saya kunjungi sebelumnya. yaitu Terminal 21
namanya unik. tempatnya pun juga unik. mall ini didesain seperti bandara pesawat. jadi setiap naik eskalator serasa kita habis melakukan penerbangan ke negara lain. ada lantai khusus jepang, san fransisco, london, Istanbul, dll
Untuk menuju ke Mall ini saya naik BTS dari Phaya thai menuju ke Asok harganya 40 baht
Saking uniknya dan kreatif desainnya sampai-sampai saya keluar masuk semua toilet di Mall ini. karena di Mall ini toiletnya juga didesain berbeda satu sama lain. keren banget. Di Indonesia belum ada mall yang  menggunakan konsep macam ini.








dari terminal 21 saya naik BTS lagi dari Asok menuju Victory Monument. saya turun untuk ke tempat makan suki. hanya dengan sekitar 160 baht sudah all u can eat.saya segera ambil sayuran dan seafood. tidak lupa juga mengambil french fries. 


20 -23 Juli 2012 

Hari ini teman saya dari Surabaya datang bersama keluarga dan temannya. saya menjemput mereka di bandara dan menemani mereka jalan-jalan. selama 4 hari 3 malam.
tanggal 23 nya kami pulang ke Surabaya bersama. 
Bye Thailand, See you October!
teman saya beserta keluarga dan temannya makan malam di tepi pantai Pattaya